Negara Indonesia hanya memiliki 2 musim apa sajakah itu?  

Berita Indonesia adalah negara yang beriklim tropis yang letaknya berada pada garis khatulistiwa, yaitu garis yang secara vertikal membagi 2 belahan bumi. Maka dari itu negara Indonesia yang di liwati oleh garis khatulistiwa hanya memiliki 2 musim saja.

Dua musin tersebut adalah musim penghujan dan juga musim kemarau dalam waktu satu tahun berbeda dengan negara yang letaknya jauh dari garis khatulistiwa negara-negara tersebut memiliki empat musim yaitu ada musim dingin atau salju, panas, semi dan juga musim gugur.

Musim hujan

Musim hujan adalah musim dengan curang hujan yang tinggi, dimana pada musim hujan ini hari-hari matahari tertutupi oleh awan gelap atau yang sering dikenal dengan mendung yaitu proses sebelum terjadinya hujan.

Fase memasuki musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai dengan bulan April. Pada musim ini udara menjadi sedikit lebih dingin dengan suhu rata-rata lebih rendah dengan 25 derajat celcius. Pada musim ini juga sering terjadinya bencana alam di berbagai daerah seperti banjir dari luapan sungai akibat curah hujan yang tinggi, tanah longsor, dan lain sebagainya, selain bencana alam anak-anak pada musim hujan mengalami sakit seperti batuk, flu, dan juga demam. Meskipun sering terjadi bencana alam dan sarang penyakit namun pada musim ini juga dapat memeberikan dampak positif bagi makhluk hidup seperti sumber mata air yang melimpah, udara menjadi lebih segar tanpa adanya polusi, dan juga untuk pertanian yang lebih subur.

Musim  kemarau

Musim kemarai adalah musim musim dengan intensitas curah hujan yang rendah, dimana pada musim ini matahari lebih bersinar dengan terang dan memberikan manfaat yang baik untuk makhuk hidup. Fase pada musim kemarau terjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan Oktober.

Dengan suhu yang lebih tinggi sekitar 28 hingga 34 derajat celcius, cuaca pada musim ini juga akan terasa lebih panas. Dampak dari adanya musim kemarau dalam waktu yang lama akan mengakibatkan kekeringan bahkan fatalnya dapat mengakibatkan kelaparan, karena kurangnya alran air untuk produktivitas lahan pertanian.